SUARABMI - Di era wabah Covid-19 ini, bukan hanya warga Indonesia yang dibatasi akses keluar rumah, namun mayoritas warga di dunia juga mengalami hal serupa.
Bagaimana dengan para tenaga kerja wanita Indonesia khususnya tenaga kerja wanita (TKW) di Hong Kong? Media ini berhasil mewawancarai seorang pahlawan devisa asal Tulungagung yang sedang bekerja di sana.
Chindy, atau pemilik akun Chynty Mueentull yang pernah viral gara-gara sering mendapat kiriman foto tak senounoh ini mengaku, kegiatan TKW di saat liburan tak kalah seru dengan di tanah kelahiran.
[post_ads]
"Kalau masalah liburan, TKW itu banyak cerita ya, ada yang cuma tidur di taman, ada juga yang cuma telepon keluarga di Indonesia karena tidak semua majikan mengizinkan kita main hp atau telepon keluarga pas hari biasa," kata Chindy.
Bagi Chindy, kesempatan libur hari minggu ia gunakan sebaiknya untuk menghibur hati dan bertemu teman senasib di sana.
"Kalau aku pribadi untuk ngilangin stress mikir kerja setiap libur kadang nyanyi, beli barang kebutuhan pribadi ya, kadang juga ke laut, ke gunung cari pemandangan buat foto selfie," ujarnya.
Banyak lokasi di Hong Kong yang mudah didatangi dan dipastikan akan selalu bertemu teman-teman sesama TKW.
"Jika butuh teman biasanya nongkrong di taman, jembatan, atau di tempat makan sambil ngrumpi," ungkapnya.
Seperti halnya di Tulungagung, menurut Chindy untuk mencari tempat hiburan karaoke juga sangat gampang.
"Karaoke di sini rata-rata menyediakan lagu Indonesia, karena pengunjungnya kebanyakan juga TKW. Bahkan, untuk yang belum hafal dengan situasi di sini, banyak warung Indo yang menyiapkan room karaoke," ungkap Chindy.
[post_ads_2]
Jika dilihat di akun-akun pekerja migran Indonesia yang di Hong Kong dan negara lain, jangan kaget jika mereka punya foto-foto bak selebritis. Bahkan, tampilan dan pakaian yang digunakan para TKW ini branded didukung aksesoris lain yang membuat mereka anggun dan cantik.
"Selama pandemi, memang ada larangan berkumpul dan bagi pelanggar akan dikenakan denda. Nah misal anggota Kompas-Ta, lebih memilih hiking atau ikut webinar yang bisa di ikuti secara online dimana pun berada," kata Heni Wulandari, Ketua Komunitas Peduli Sesama (Kompas) Tulungagung Minggu (25/10/2020) saat dihubungi.
Dijelaskannya, ada PMI yang suka ikut kegiatan bersih pantai ataupun ada juga yang tetap berkumpul di lapangan Victoria Park, taman-taman kota atau di jembatan Mongkok.
"Walaupun kadang harus bermain kucing-kucingan dengan petugas karena adanya larangan berkumpul lebih dari 4 orang untuk saat ini," ungkapnya.
Sebagai manusia yang punya kejenuhan di tempat bekerja dan butuh hiburan, para PMI atau TKW ini butuh keluar rumah untuk memanjakan diri.
"Ya mau gimana lagi, kita butuh istirahat, butuh menghirup udara luar setelah 6 hari penat mengerjakan tugas dan kewajiban sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah majikan," terang Heni.
Sebenarnya menurut Heni, sudah ada imbauan dari pemerintah Hong Kong bahwa, FDH (Foreign Domestic Helper) untuk mengambil libur tetap tinggal di rumah majikan. Majikan tidak boleh memberi pekerjaan kepada FDH yang sedang libur dan jika melanggar denda maksimal HK$ 50.000 (sekitar Rp 95 juta)
sumber: jatimtimes