Taiwan, Alami kecelakaan pada hari minggu kemarin (28/3), Septian (30 tahun), TKI Taiwan asal Sragen Jawa Tengah ini harus mendapatkan perawatan intensif dirumah sakit lantaran paru - parunya terkena tulang rusuknya yang patah.
Karena kondisi tersebut, sejak hari kejadian hingga saat ini masih dirawat intensif dirumah sakit dan kemungkinan besar akan melakukan operasi untuk menyelamatkan paru - parunya. "Kemarin dirongsen dari hasilnya ada tulang rusuk patahannya itu kena ke paru - paru" Kata Septian.
Saat disambangi Faisal Soh hari ini (30/3), Septian yang ditemani calon istrinya bercerita perihal kejadian dan kronologinya menurut versi Septian.
[post_ads]
"Kejadiannya waktu itu ada mobil dikanan jalan terlihat parkir dan tiba - tiba putar balik mendadak, lalu mebarak depan bagian mobil itu, kondisi jalan sempit tidak bisa menghindar tiba - tiba" Kata Septian.
Saat itu Septian mengendarai sepeda motor pinjaman, niatnya untuk membeli sperpart sepeda listriknya yang rusak, namun naas kejadian ini terjadi pada dirinya.
Hingga hari ini, biaya perawatannnya sudah ada tagihan 22 ribu NT, padahal statusnya resmi alias diampu oleh askes.
"Belum operasi saja sudah 22 ribu lebih dalam 2 hari, kalau operasi ini besar sekali biayanya, Biayanya besar sekali menurut saya untuk ukuran yang memiliki askes alais resmi" Kata Faisal.
Menurut Septian, Majikannya baik karena mau membantu menanggung biaya kamar rumah sakit yang sehari menghabiskan 2ribuan NT. Sedangkan agensinya juga sudah pernah datang diawal ia sampai dirumah sakit kemarin.
Sementara itu, kondisi motor yang dipakai Septian dikatakan mengalami rusak parah dan pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan pihak yang menjadi lawan tabrakan tidak mau bertanggung jawab sedikitpun.
[post_ads_2]
TKI yang sudah bekerja di Taiwan 4 tahun inipun juga kuatir jika dirinya dipermasalahkan karena ia mengaku tidak tahu apa - apa perihal hukum di Taiwan, ia juga berkendara tanpa SIM, walaupun ia mengaku dalam posisi benar.
"Meskipun kalian berkendara tanpa SIM di Taiwan jika ada kecelakaan, Polisi tetap akan mengecek situasi kecelakaan, melihat CCTV dan bisa dipastikan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kalau tanpa sim mungkin akan didenda 2 jenis, 1 berkendara tanpa SIM dan Kalau poisisi salah maka akan ada hukuman berat yaitu pasar berkendara membayakan pengguna jalan lain" Kata Faisal.
Menurut Faisal ada 3 kemungkinan yang terjadi terkait hukum dalam hal ini, pertama denda karena berkendara tidak memiliki SIM, kedua jika ia dinyatakan bersalah maka akan ada denda yang lumayan besar karena membahayakan orang lain dan pelanggaran ketiga dendanya sekitar 1600 NT. "Nanti aku daftarin kamu ke pengadilan, kita gugat dia" Kata Faisal.
Faisal berharap ia bisa mendapatkan bantuan dari dermawan untuk meringankan bebannya dan Faisal berjanji akan membantunya di pengadilan nanti.