Pemerintah Taiwan Wajibkan Pekerja Rumah Tangga dan Pengasuh yang Baru Datang di Taiwan Dikarantina Khusus Pemerintah, Tidak Gratis Tapi Majikan Harus Menanggung

SUARABMI.COM - Dimulai sejak tanggal 27 Maret kemarin, pemerintah Taiwan mengeluarkan kebijakan karantina baru terkait pekerja asing yang baru datang ke Taiwan dimana kebijakan ini untuk membendung laju penyebaran virus corona yang sering terbawa dari luar Taiwan.

Menurut Departemen Tenaga Kerja (MOL), warga asing atau pekerja asing yang bekerja di sektor informal seperti penjaga lansia dan rumah tangga harus dikarantina di ruang isolasi khusus yang ditunjuk oleh pemerintah.

Majikan dalam hal ini juga diwajibkan untuk menanggung biaya karantina ditempat khusus tersebut, tidak lagi dirumah majikannya.
[post_ads]
Sebelum sang majikan mendatangkan pekerja baru, mereka harus memperoleh sertifikat dari tempat karantina resmi sebelum mengajukan aplikasi kepada pihak berwenang. Langkah itu dilaksanakan karena ruang karantina terbatas, kata MOL.

Selain sektor informal, sektor formal juga mendapat aturan baru dimana majikan harus menyediakan ruang isolasi khusus untuk pekerja yang baru datang.

Majikan harus menyiapkan rencana karantina dan memastikan bahwa persyaratan, seperti ruang isolasi individu dan kontrol akses yang ketat, dipenuhi sebelum mereka diizinkan untuk mengambil pekerja baru.
[post_ads_2]
Selain itu, perusahaan manufaktur yang berkurang nilai produksinya sehingga kebutuhan terhadap pekerja menurun dan jika ada yang menganggung, diharapkan mau melepaskan karyawannya untuk bekerja di perusahaan lain yang membutuhkan daripada mengambil baru dari negara suspect seperti Indonesia dan lainnya.

Otoritas akan mempermudah urusan dalam hal ini dan akan membantu dalam segala lini demi pencegahan penyebaran covid-19. 

(ad.fcstwn)
Banner iklan disini> ==
====
Nama

BMICare,62,Cinta,27,Cuaca,15,Heboh,9,Hongkong,97,IndoNews,122,Jepang,1,KabarBMI,465,Kesehatan,2,Korea,6,LintasManca,2,Malaysia,12,Other,3,Panduan,68,RumahTangga,14,Saudi,5,Singapura,9,Surat Pembaca,3,Taiwan,313,Tips,2,Unik,5,Waspada,22,
ltr
item
Suara Buruh Migran Indonesia di Seluruh Dunia: Pemerintah Taiwan Wajibkan Pekerja Rumah Tangga dan Pengasuh yang Baru Datang di Taiwan Dikarantina Khusus Pemerintah, Tidak Gratis Tapi Majikan Harus Menanggung
Pemerintah Taiwan Wajibkan Pekerja Rumah Tangga dan Pengasuh yang Baru Datang di Taiwan Dikarantina Khusus Pemerintah, Tidak Gratis Tapi Majikan Harus Menanggung
Pemerintah Taiwan Wajibkan Pekerja Rumah Tangga dan Pengasuh yang Baru Datang di Taiwan Dikarantina Khusus Pemerintah, Tidak Gratis Tapi Majikan Harus Menanggung
https://1.bp.blogspot.com/-kJmwVFM7eP4/Xn714abgrfI/AAAAAAAAfuQ/kVqhbfMBmDEaAr6CgxkBwxW3ePbX7Ge-gCLcBGAsYHQ/s640/Frame%2BsuaraBMI.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-kJmwVFM7eP4/Xn714abgrfI/AAAAAAAAfuQ/kVqhbfMBmDEaAr6CgxkBwxW3ePbX7Ge-gCLcBGAsYHQ/s72-c/Frame%2BsuaraBMI.jpg
Suara Buruh Migran Indonesia di Seluruh Dunia
https://www.suaraburuhmigran.com/2020/03/pemerintah-taiwan-wajibkan-pekerja.html
https://www.suaraburuhmigran.com/
https://www.suaraburuhmigran.com/
https://www.suaraburuhmigran.com/2020/03/pemerintah-taiwan-wajibkan-pekerja.html
true
5579318521650391592
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content
close
Banner iklan disini